
Tugas kantor atau Dienstreise, dua kata yang membuat perasaan naura dan mama nya bercampur aduk. Perasaan yang pertama dirasakan adalah sebuah kebanggaan terhadap saya, sebagai kepala rumah tangga, karena diberi kepercayaan untuk (biasa nya) melakukan perjalanan dalam rangka menghadiri dan mempresentasi kan karya ilmiah ttg proyak yang sedang saya kerjakan di sebuah conference. Perasaan yang kedua adalah terbayang betapa kangennya naura sama papa nya dan tentu saja repot nya mama ketika semua harus dikerjakan sendirian. Belum lagi uang yang dikeluarkan utk juga tidak sedikit walaupun nanti nya di ganti oleh pihak universitas. Masalah nya bila ada beberapa perjalanan yang dilakukan dalam satu bulan, seperti di bulan Mei lalu.
Di Awal Mei 2009 ini, saya menghadiri sebuah workshop ttg gelas utk PhD student tingkat awal di MOntpellier, Perancis, yang di sponsori oleh International Comission on Glass (ICG). Di tengah bulan saya harus melakukan perjalanan ke daerah Bavaria, jerman tengah tepat nya di kota Amberg utk menghadiri dan melakukan presentasi bahasa jerman di konferensi gelas se Jerman. Di akhir bulan Mei dan awal Juni, akhirnya, kesampaian juga menginjakan kaki di benua Amerika tepat nya di Vancouver, Canada dalam rangka 8th Pacific RIM conference on Glass and Ceramic.Di awal memang sukar sekali buat naura untuk membiasakan diri utk bertemu dengan papa nya. Saya ingat sekali, dua tahun lalu, saya mengikuti kursus di Offenbach (dekat Frankfurt) selama dua hari. Naura cuek aja, ketika saya berpamitan, tapi tidak lama saya pergi, Naura mulai mencari2 papa nya di tiap kamar. Begitu pula yang terjadi ketika saya pergi ke Amberg. Padahal sebelumnya tidak ada masalah ketika saya pergi ke perancis selama 3 hari. Ketika sya di Amberg, Naura sama sekali lesu, tidak ada nafsu makan mau nya bersandar di bahu mama nya. Ketika saya pulang, Naura sudah terlelap dan saya tidur di samping nya. Esok hari nya, Naura marah2 sama saya, dipukuli, dijambak nya rambut saya seraya menangis tertahan, ketika dia bangun tidur dan melihat papa nya disamping nya. Ternyata dia marah karena ditinggal papa nya selama 3 hari. Kami was2 sekali, bagaimana kalau saya tinggal ke Vancouver selama 10 hari kelak.
Alhamdulillah, ketika saat nya tiba, Naura yang mengantar sampai ke Cologne Main Station, tanpa diduga selama saya tinggal bersikap sangat manis dan ramah. Namun tetap saja, ada cerita sedih yang disampaikan mama nya lewat chatting selama tugas. Jadi cerita nya, setelah Naura dan mama nya berkunjung ke tetangga korea (yang juga punya anak kecil, namanya Ye Lin), Naura tiba2 saja memanjatkan kasur yang kami tumpuk menjadi 3 lapis di kamar nya. Kala itu, mama nya sedang sibuk membersihkan muka dan mencopot kontak lens. Saat dihampiri, sambil pura2 dicari dengan memanggil2 namanya, mama nya melihat Naura sedang berbaring dengan mengencangkan selimut tanpa bersuara. Tak diduga, perlahan-lahan air mata Naura pun meleleh membasahi pipi nya. Mama nya bingung, karena sebelumnya, Naura sangat bahagia bermain dengan Ye Lin. Ditanya "Naura kenapa?", Naura diam saja dengan lelehan air mata yang semakin lama semakin banyak. "Naura kangen sama Papa ya?" dengan seketika, di ulurkan tangannya dan disambut mama nya. Naura pun kembali memeluk erat mama nya. Tapi tak lama kemudian, setelah dibujuk2, akhirnya mood nya pun kembali happy.
Saya yang mendengar langsung berkaca-kaca. Semakin kangen saja saya saat itu. Jadi terkadang, saya selalu teringat dengan keluarga di Aachen, saya bahkan tidak bisa atau tidak lagi berkonsentrasi tatkala kolega dan profesor nya beramah tamah tiap makan malam. Saya kembali memikirkan gimana ya perasaan eyang nya Naura di Tinggarwangi, yang sudah terpisah jauh dengan kedua putra nya, gimana sepi nya rumah di sana. Hanya ada foto2 anak dan cucu nya sbagai satu media melampiaskan rasa kangen mereka. Suatu saat kami pun akan seperti mereka, harus meng-ikhlas-kan anak2 kami utk belajar hidup dan kehidupan.
Turipto Ds. said...
ReplyDeleteSalam,
Seminar, workshop, conference dan sejenisnya bukan hanya menambah dan meningkatkan bidang study, tetapi pematangan personality dalam tata pergaulan internasional. Good Luck.
Jika boleh usul, cobalah buat short feature selain kegiatan juga situasi daerah kunjungan. Biar anak-anak IKSA terbangun image tiru-tiru go international, gitu !
Semoga selalu sehat, happy family and blessed you. Salam karahayon.
thanks comment nya mbah, tahun depan insya Allah, berangkat ke Magdeburg, germany.
ReplyDeletenanti aku usahakan bikin short feature spt yang diusulkan, walau kadang takut mbok menawa di sangka ne gemagus "_"
assalamualaikum...lam kenalkang..kang wiwid putrane pak sudjad ya,ponakane hendra lan putune mbah wi&mbah nati bukan ya???
ReplyDelete